Manajemen Sumber Daya Manusia Sebagai Upaya Mencapai Target Organisasi

Integritas adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi dan etika kerja, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukannya. Orang yang memiliki integritas tinggi mampu menghadapi setiap godaan yang akan merusak integritasnya. Dia akan hidup dengan keyakinan yang kuat dan berpegang teguh pada nilai-nilai yang diyakininya. Integritas yang tinggi akan melahirkan orang-orang yang disiplin dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Dampak terburuknya, lingkungan kerja tidak lagi kondusif dan mengganggu karyawan lainnya yang semula tidak terlibat. Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai insan manusia. Seperempat dari karyawan tersebut merasa kesejahteraannya tidak dipedulikan oleh perusahaan, mereka terlalu banyak bekerja dan tidak bisa memiliki work-life balance. Akibatnya, 31% dari mereka mengaku memiliki tingkat produktivitas dan konsentrasi menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Billy Boen juga mengatakan, jika seseorang sudah tahu apa keinginannya, semua perilaku dan tindakannya akan mengupayakan agar keinginan itu terwujud.

Seorang dikatakan“mempunyai integritas”apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya . Mudahnya, ciri seorang yangberintegritasditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyaiintegritasbukan tipe manusia dengan banyak wajah dan penampilan yang disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya. Seorang pemimpin yang mempunyaiintegritasakan mendapatkan kepercayaan dari pegawainya. Pimpinan yang berintegritas dipercayai karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi tindakannya.

Memperhatikan kinerja pribadi

Sebagai wujud pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan negara, entitas pengelola keuangan negara wajib menyusun laporan keuangan. Kemudian, mengoptimalkan Bidang Pengawasan selaku APIP dalam memperbaiki dan meningkatkan sistem pengelolaan keuangan dan barang milik negara agar dapat terus berjalan secara akuntabel, transparan, dan berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Kemampuan pelamar memiliki peranan penting ketika akan bekerja nantinya dan ini akan berpengaruh pada hasil. Dengan begitu, jika dalam masa coaching atau percobaan perusahaan merasa puas dengan kemampuan pelamar, maka sudah pasti akan dipertahankan untuk menjadi pegawai tetap.

Tim BPOM berada di Cina untuk mengkaji information hasil uji praklinis dan uji klinis vaksin Sinovac. John Elkington menilai mannequin bisnis dengan menjadikan laba sebagai sumbu utama tidak akan berkesinambungan. Cara yang paling umum untuk mengevaluasi hal ini adalahdengan memberikan tes di awal dan di ahkir masa program. Deganmembandingkan hasilnya, akan terlihat apakah ada peningatan atau perubahan ke arah yang diharapkan dari karyawan. Kampus juga bermitra dengan Georgia Tech dan Udacity, Inc., untuk membantu menciptakan program Master on-line pertama untuk gelar Science in Computer Science . Sebuah “Virtual Contact Center” pun memberikan pelatihan kepada karyawan untuk bekerja dari rumah.

Dari pengalaman penulis memberikan jasa konsultansi, masih ditemukan ukuran KPI yang bersifat kualitatif. Padahal pengukuran KPI secara kuantitatif lebih mudah dilakukan asalkan perusahaan berkemauan untuk membangun sumber knowledge penilaian kinerja. Responsivitas adalah kemampuan organisasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat menyusun agenda dan prioritas pelayanan dan mengembangkan program-program pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Ketika pemimpin melakukan sebuah evaluasi kinerja karyawan, tentunya pemimpin terlebih dahulu harus memiliki karakter pemimpin yang dapat di jadikan teladan bagi tiap karyawan nya.

Apakah karyawan memiliki kebijakan yang bersifat naluriah yang dimiliki oleh seseorang karyawan yang mempengaruhi kinerjanya, karena dia mempunyai kemampuan menyesuaikan dan menilai tugasnya dalam menunjang visi dan misi perusahaan. Penilaian kinerja yang bagus tidak hanya dilihat dari hasilnya saja, namun proses karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan juga harus diperhatikan. Penilaian ini umumnya dilakukan setahun sekali untuk melihat kualitas karyawan dalam bekerja. Dan yang paling penting adalah dapat berpikir secara rasional, bukan dengan perasaan. Praktik ini bisa didorong oleh beberapa sistem skala penilaian yang mengharuskan evaluator untuk memberi alasan penilaian ekstrim tinggi dan ekstrim rendah.Delapan sistem tersebut,penilai bisa menghindari kemungkinan munculnya kontroversi ataun kritik dengan hanya memberikan nilai rata-rata.