Mengenal Kepemimpinan Dan Mannequin Kepemimpinan

Motonya leader are born not built, disebut juga sebaga natural leader. Penganut paham ini menolak adanya pelatihan dan sekolah kepemimpinan karena melatih atau menyekolahkan seseorang untuk menjadi pemimpin adalah perbuatan yang sia-sia dan pemborosan waktu, tenaga, dan biaya saja. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya.

Rasa percaya akan mendorong mereka untuk lebih menghargai Anda dan berani dalam menjalankan tugas yang telah dibebankan dengan cara mereka. Seseorang akan melakukan tugas/pekerjaannya dengan baik jika dia merasa dibutuhkan. Pemimpin yang efektif akan membantu bawahannya mengembangkan harga diri mereka. Anda dapat melakukannya dengan memberikan lebih banyak perhatian pada mereka, menunjukkan ketertarikan pada opini mereka pada saat ngobrol. Jika memang opininya bagus, tepuk pundak orang tersebut untuk menunjukkan bahwa usulannya memang pantas dihargai. Mendelegasikan ketika pemimpin menyerahkan tanggung jawab untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah terhadap bawahan.

Mempimpin sebuah kelompok

Banyak studi yang sudah dilakukan untuk melihat gaya kepemimpinan seseorang. Salah satunya yang terkenal adalah yang dikemukakan oleh Blanchard, yang mengemukakan 4 gaya dari sebuah kepemimpinan. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhi oleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan sisi lain adalah cara mereka membantu bawahannya.

Ketiga variabel itu adalah hubungan antara pemimpin dengan anngota ( Leader – member rolations), struktur tugas , dan kuasa posisi pemimpin . Variabel pertama ditentukan oleh pengakuan atau penerimaan pemimpin oleh pengikut, variabel kedua mencerminkan kadar diperlukannya cara spesifik untuk melakukan pekerjaan, variabel ketiga menggambarkan kuasa organisasi yang melekat pada posisi pemimpin. Literatur para spesialis saling beradu pandangan, membandingkan antara pendekatan Timur dan Barat dalam kepemimpinan, dan juga antara pendekatan Amerika Serikat dengan Eropa. mengartikan kepemimpinan sebagai sebuah proses pengaruh sosial yang di dalamnya seseorang dapat melibatkan bantuan dan dukungan selainnya dalam usaha mencapai suatu tugas bersama.

Mengendalikan dorongan hati, merupakan karakteristik seseorang yang dapat mengelola emosi. Hal ini dimaksudkan menunda kesenangan sesaat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Orang yang cerdas secara emosi tidak memakai prinsip “harus memiliki segalanya saat itu juga”. Mengendalikan dorongan hati merupakan salah satu seni bersabar dan menukar rasa sakit atau kesulitan saat ini dengan kesenangan yang jauh lebih besar dimasa yang akan datang. Dengan demikian Anda harus dapat mendelegasikan tugas kepada orang yang tepat sesuai dengan kemampuan mereka untuk memastikan tim bekerja secara produktif. Bisa saja mereka memiliki pertanyaan atau keluhan mengenai pekerjaan tertentu namun enggan untuk menyampaikannya.

Manajer harus mampu memimpin timnya agar dapat menentukan langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kemampuan memimpin adalah kemampuan paling penting yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang manajer. Mungkin orang-orang mengikuti karena inspirasi, kepentingan pribadi, atau karena struktur organisasi, tetapi pengikut mutlak harus ada. Pemimpin dikenal melalui tindakan kepemimpinan yang diperlihatkan mereka. Seseorang mungkin mempunyai sederetan sifat seorang pemimpin, tetapi bila ia tidak pernah mengambil tindakan untuk memimpin, ia bukan seorang pemimpin.

” I don’t assume you want to be waering stars on your shoulders or a title to be leadar. Anybody who wish to raise his hand could be a chief any time”,dikatakan dengan lugas oleh General Ronal Fogleman,Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yang artinya Saya tidak berpikir anda menggunakan bintang di bahu anda atau sebuah gelar pemimpin. Orang lainnya yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi pemimpin di lain waktu. Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek , baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dsb. Setiap harinya senantiasa menyelaraskan dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesame.

Tentukanlah standar perilaku, tanggung jawab, dan kinerja yang tinggi. Ciptakanlah iklim di mana pemimpin yang baik akan terlihat dan dipupuk. Menjadi pemimpin juga bisa dilakukan di luar lingkup dan lingkungan sekitar kita. Misalnya menjadi ketua kelompok dalam pembelajaran, ketua regu dalam pramuka, ketua kelas, dan organisasi lainnya. Namun, sebelum memimpin sebuah tim ataupun organisasi, seseorang harus memiliki sifat kepercayaan diri, ilmu pengetahuan yang luas, tekad, dan mampu mengayomi anggota/ orang lain.