9 Cara Mengatur Keuangan Dengan Hanya Satu Sumber Penghasilan

Alokasikan 40 persen pendapatanmu untuk biaya pengeluaran sehari-hari, seperti biaya tagihan bulanan hingga keperluan belanja sehari-hari. Dengan mencatat keuangan pribadi, kita dapat melacak kemana saja uang yang kita hasilkan tersebut dibelanjakan. Jika langkah awal ini tidak kita lakukan dengan baik bahkan dengan konsisten, maka keuangan pribadi akan tetap berantakan dan tidak tertata dengan baik.

Mengatur keuangan

Tips ini sangat penting untuk kamu para pemula dan baru membuka usaha, supaya kamu bisa memperbaiki pemasukan usaha terlebih dahulu. Lakukan pengeluaran untuk hal-hal yang cukup penting, misalnya untuk menambah meja dan kursi supaya bisa menampung lebih banyak pelanggan jika kamu memiliki usaha restoran. Hindari hal-hal yang tidak perlu seperti mengganti mesin kasir yang lebih canggih, padahal kamu memiliki mesin kasir yang masih bisa digunakan. Pasti kamu akan membayar banyak sekali kebutuhan usaha, seperti untuk membayar karyawan, biaya operasional, suplai, dan sebagainya. Nah untuk itu kamu harus mengetahui pembiayaan tersebut dengan element hingga nominal terkecil, karena terkadang nominal kecil dalam jumlah besar yang membuat pembiayaan membengkak.

Di masa pandemik ini, ada baiknya pula untuk tidak lagi menambah utang demi keperluan konsumtif. Terutama untuk pergi berlibur, beli gadget, atau menggelar pesta pernikahan. Lesunya ekonomi juga terlihat dari terjadinya deflasi dalam tiga bulan berturut-turut.

Bayangkan pula di umur 80 tahun, Anda sudah mempunyai rumah dan kendaraan, menyekolahkan anak-anak sampai sarjana, seluruh keluarga sudah terlindungi asuransi, ada usaha yang menopang hari tua. Untuk mencapai semua itu, Anda perlu mengatur keuangan dengan tepat selagi muda. Anda harus mengalokasikan uang untuk dana darurat, misalnya saat Anda jatuh sakit, motor rusak, atau kejadian tak terduga lainnya. Jangan lupa gunakan juga untuk investasi di dana pensiun atau instrumen investasi lain.

Itulah 5 ideas mengatur keuangan di masa krisis yang bisa kamu lakukan dan terapkan. Setiap bulannya, kamu tetap harus memprioritaskan pengeluaran untuk berinvestasi guna memenuhi tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Mengingat pengeluaran untuk hal-hal yang bersifat keinginan sedang dikurangi, maka ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan investasi kamu. Dalam pengaturan arus kas bulanan, pengeluaran dibedakan menjadi dua jenis yaitu pengeluaran tetap dan tidak tetap . Pengeluaran tetap bisa berupa biaya bahan bakar kendaraan setiap hari atau ongkos transportasi, biaya belanja bahan makanan, biaya listrik, dan lainnya.

Untuk pos yang kedua yakni pos tagihan yang bersifat wajib dan tidak dapat diganggu gugat. Pos tagihan ini dialokasikan sebanyak 30% dari pendapatan rumah tangga. Pos tagihan mencakup biaya listrik dan air, tagihan asuransi, cicilan rumah, dan biaya angsuran lain yang memiliki sifat wajib untuk dibayar.